FOTO-FOTO HIKING PUNCAK DARMA
Thursday, 3 December 2015
Saturday, 28 November 2015
Visi dan Misi
A. LATAR BELAKANG
KOMPAS
singkatan dari Komunitas Pencinta Alam Selatan. Mereka juga di identikkan
dengan orang-orang yang beraliran “sayap kiri” yang super cuek, dan apa adanya.
Selatan
disini yang dimana keberadaan kami sebagian besar dari daerah Palabuhanratu
dengan tersohor sebutan Pantai Selatan yang bertujuan mengembangkan rasa cinta
kami terhadap alam serta mampu merubah kehidupan bebas yang tidak terarah
menjadi terarah.
Opini
dimasyarakat yang menyebutkan bahwa sosok dari pecinta alam tersebut
terkadang terkesan selalu “negatif”. Kesan negatif tersebut timbul
mungkin bisa
Karena
penampilan dari mereka yang menamakan dirinya pecinta alam itu sendiri yang
sering kelihatan lusuh, kumal, berambut gondrong, seadanya (meskipun tidak
semuanya pecinta alam berpenampilan seperti ini).
Mungkin juga karena orang sering
melihat kegiatan pecinta alam berkesan hura-hura, dan atau tidak mau tahu
dengan lingkungan sekitarnya, bisa
Pula
karena kegiatan pecinta alam dianggap sebagai kegiatan yang mubazir dan
buang-buang waktu, tenaga, serta uang hanya untuk menyalurkan hobby menantang
maut, minat dan bakat tanpa mempunyai arti dan tujuan yang nyata (meskipun hal
ini tidak semuanya benar). Meskipun demikian, tidak sedikit kelompok atau
organisasi pecinta alam yang melakukan kegiatan positif seperti ikut dalam
operasi SAR, membantu masyarakat terasing, atau konservasi alam.
Dengan
kondisi yang demikian, kemudian melahirkan ide untuk membentuk suatu wadah baru
dalam bentuk kegiatan lain yang diperuntukkan bagi KOMPAS yang mempunyai hobby
dan minat yang sama, yaitu sama-sama menyukai kegiatan di alam bebas
seperti pendakian gunung, memanjat tebing, menelusuri lorong-lorong kegelapan
di dalam gua, arung jeram, dan lain sebagainya.
Yang
tidak kalah pentingnya pada perkembangan selanjutnya adalah aktivitas
kepecintaalaman juga diwarnai oleh sikap keberpihakkan kepada alam serta
lingkungan hidupnya, sehingga organisasi/kelompok pecinta alam yang tumbuh di
lingkungan Perguruan Tinggi tidak hanya berkegiatan alam bebas melulu,
akan tetapi kegiatan lingkungan hidup juga mendapatkan porsi yang seimbang
dengan kegiatan petualangan di alam bebas.
Dimulai oleh KOMPAS Palabuhanratu,
organisasi/kelompok pecinta alam tersebut tumbuh dan berkembang subur dalam
lingkungan, baik ditingkat Kalangan maupun dilingkungan masyarakat sekitar.
Pecinta
alam kalau diartikan yaitu berasal dari kata cinta dan alam. Cinta mengandung
arti menyukai, menyayangi, dan mengagumi. Alam mengandung arti segala yang ada
di sekitar,baik berupa benda mati ataupun benda hidup. Sehingga dari kata cinta
menjadi pecinta yang menunjuk kepada subyek yaitu orang.
Tapi,
sampai sekarang belum ada definisi yang pas dengan apa itu pecinta alam. Sebab
kata pecinta alam itu mengandung pengertian yang sangat luas. Hal ini selalu
menjadi perdebatan yang hangat dalam setiap pertemuan tahunan secara nasional
dalam Temu Wicara dan Kenal Medan ( TWKM). Sehingga forum tersebut juga tidak
bisa merumuskan pengertian dari istilah Pecinta Alam dan diserahkan kembali
kepada organisasi/kelompok masing-masing bagaimana “menginterpretasikan”
istilah tersebut.
Meskipun
sampai sekarang belum ada yang bisa merumuskan istilah Pecinta Alam, namun
dilihat dari kegiatannya bisa dibedakan dalam beberapa kelompok yakni :
Kelompok pertama adalah mereka yang hanya menggeluti kegiatan alam bebas dengan
misi untuk menyalurkan hobby dan minat bertualang di alam bebas. Kegiatannya
meliputi pendakian gunung, pemanjatan tebing dan penelusuragua.Kedua, kelompok yang selain melakukan kegiatan petualangan, juga
melakukan kegiatan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan hidup,
sehingga pada perkembangannya kegiatan kepencintaalaman menjadi semakin luas.
Selain bertualang mereka juga melakukan konservasi alam, pengamatan
sosial-ekonomi-budaya masyarakat, hingga operasi SAR. Kelompok inilah yang
paling banyak dilakukan oleh organisasi/ kelompok KOMPAS pecinta alam. Banyak
sudah korban yang“berguguran” dalam kegiatan “menantang
maut” namun penuh “cinta kasih” ini, demikian juga dharma bakti mereka pada tanah tercinta ini
dalam hal konservasi alam (meski tidak tercatat dalam buku sejarah) namun trade
marknya sebagai kelompok sayap kiri sulit dihapuskan.Baik buruknya kegiatan yang hanya
bisa digeluti oleh orang-orang yang mempunyai nyali ini tergantung dari sudut
mana orang memandangnya. Dan hanya orang-orang ariflah yang bisa memahami
mereka.
B. VISI dan MISI
A. VISI KOMPAS:
“Mampukah kita memanfaatkan
kesempatan untuk mengembangkan diri kita melalui kegiatan Kreativitas dan
kepecintaalaman ?
Ø Dengan Indikator :
- Terwujudnya generasi penerus bangsa yang peduli terhadap lingkungan/alam.
- Terwujudnya generasi yang siap terjun di masyarakat untuk mengabdi kepada bangsa dan tanah air Indonesia.
- Terwujudnya proses pembelajaran tentang bagaimana cara merawat alam yang baik dan benar.
- Terwujudnya tenaga yang siap terjun untuk membantu penanggulangan bencana atau kegiatan sosial lainnya.
- Terwujudnya sarana atau wadah bagi para pemuda untuk mengembangkan diri sesuai keampuannya masing-masing.
B. MISI KOMPAS Palabuhanratu:
Dengan
semangat akan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, kita galakan kegiatan
kepecintaan alam agar bumi beserta isisnya tetap terjaga dan utuh kembali
seperti fungsi awalnya. Dan kedepannya anak cucu kita dapat menikmati anugrah
ciptaan tuhan YME yaitu bumi beserta isinya yang agung dan indah
Ø Dengan Indikator:
- Mensyukuri anugrah yang diberikan Tuhan YME yaitu bumi beserta isinya
- Melaksanakan melestarikan lingkungan atau alam
- Mengembalikan alam atau hutan sebagaimana fungsinya
- Menyebarkan kebaikan lewat kegiatan-kegiatan sosial
- Membantu sesama bila terjadi bencana atau musibah
Subscribe to:
Comments (Atom)
Thursday, 3 December 2015
Saturday, 28 November 2015
Visi dan Misi
A. LATAR BELAKANG
KOMPAS
singkatan dari Komunitas Pencinta Alam Selatan. Mereka juga di identikkan
dengan orang-orang yang beraliran “sayap kiri” yang super cuek, dan apa adanya.
Selatan
disini yang dimana keberadaan kami sebagian besar dari daerah Palabuhanratu
dengan tersohor sebutan Pantai Selatan yang bertujuan mengembangkan rasa cinta
kami terhadap alam serta mampu merubah kehidupan bebas yang tidak terarah
menjadi terarah.
Opini
dimasyarakat yang menyebutkan bahwa sosok dari pecinta alam tersebut
terkadang terkesan selalu “negatif”. Kesan negatif tersebut timbul
mungkin bisa
Karena
penampilan dari mereka yang menamakan dirinya pecinta alam itu sendiri yang
sering kelihatan lusuh, kumal, berambut gondrong, seadanya (meskipun tidak
semuanya pecinta alam berpenampilan seperti ini).
Mungkin juga karena orang sering
melihat kegiatan pecinta alam berkesan hura-hura, dan atau tidak mau tahu
dengan lingkungan sekitarnya, bisa
Pula
karena kegiatan pecinta alam dianggap sebagai kegiatan yang mubazir dan
buang-buang waktu, tenaga, serta uang hanya untuk menyalurkan hobby menantang
maut, minat dan bakat tanpa mempunyai arti dan tujuan yang nyata (meskipun hal
ini tidak semuanya benar). Meskipun demikian, tidak sedikit kelompok atau
organisasi pecinta alam yang melakukan kegiatan positif seperti ikut dalam
operasi SAR, membantu masyarakat terasing, atau konservasi alam.
Dengan
kondisi yang demikian, kemudian melahirkan ide untuk membentuk suatu wadah baru
dalam bentuk kegiatan lain yang diperuntukkan bagi KOMPAS yang mempunyai hobby
dan minat yang sama, yaitu sama-sama menyukai kegiatan di alam bebas
seperti pendakian gunung, memanjat tebing, menelusuri lorong-lorong kegelapan
di dalam gua, arung jeram, dan lain sebagainya.
Yang
tidak kalah pentingnya pada perkembangan selanjutnya adalah aktivitas
kepecintaalaman juga diwarnai oleh sikap keberpihakkan kepada alam serta
lingkungan hidupnya, sehingga organisasi/kelompok pecinta alam yang tumbuh di
lingkungan Perguruan Tinggi tidak hanya berkegiatan alam bebas melulu,
akan tetapi kegiatan lingkungan hidup juga mendapatkan porsi yang seimbang
dengan kegiatan petualangan di alam bebas.
Dimulai oleh KOMPAS Palabuhanratu,
organisasi/kelompok pecinta alam tersebut tumbuh dan berkembang subur dalam
lingkungan, baik ditingkat Kalangan maupun dilingkungan masyarakat sekitar.
Pecinta
alam kalau diartikan yaitu berasal dari kata cinta dan alam. Cinta mengandung
arti menyukai, menyayangi, dan mengagumi. Alam mengandung arti segala yang ada
di sekitar,baik berupa benda mati ataupun benda hidup. Sehingga dari kata cinta
menjadi pecinta yang menunjuk kepada subyek yaitu orang.
Tapi,
sampai sekarang belum ada definisi yang pas dengan apa itu pecinta alam. Sebab
kata pecinta alam itu mengandung pengertian yang sangat luas. Hal ini selalu
menjadi perdebatan yang hangat dalam setiap pertemuan tahunan secara nasional
dalam Temu Wicara dan Kenal Medan ( TWKM). Sehingga forum tersebut juga tidak
bisa merumuskan pengertian dari istilah Pecinta Alam dan diserahkan kembali
kepada organisasi/kelompok masing-masing bagaimana “menginterpretasikan”
istilah tersebut.
Meskipun
sampai sekarang belum ada yang bisa merumuskan istilah Pecinta Alam, namun
dilihat dari kegiatannya bisa dibedakan dalam beberapa kelompok yakni :
Kelompok pertama adalah mereka yang hanya menggeluti kegiatan alam bebas dengan
misi untuk menyalurkan hobby dan minat bertualang di alam bebas. Kegiatannya
meliputi pendakian gunung, pemanjatan tebing dan penelusuragua.Kedua, kelompok yang selain melakukan kegiatan petualangan, juga
melakukan kegiatan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan hidup,
sehingga pada perkembangannya kegiatan kepencintaalaman menjadi semakin luas.
Selain bertualang mereka juga melakukan konservasi alam, pengamatan
sosial-ekonomi-budaya masyarakat, hingga operasi SAR. Kelompok inilah yang
paling banyak dilakukan oleh organisasi/ kelompok KOMPAS pecinta alam. Banyak
sudah korban yang“berguguran” dalam kegiatan “menantang
maut” namun penuh “cinta kasih” ini, demikian juga dharma bakti mereka pada tanah tercinta ini
dalam hal konservasi alam (meski tidak tercatat dalam buku sejarah) namun trade
marknya sebagai kelompok sayap kiri sulit dihapuskan.Baik buruknya kegiatan yang hanya
bisa digeluti oleh orang-orang yang mempunyai nyali ini tergantung dari sudut
mana orang memandangnya. Dan hanya orang-orang ariflah yang bisa memahami
mereka.
B. VISI dan MISI
A. VISI KOMPAS:
“Mampukah kita memanfaatkan
kesempatan untuk mengembangkan diri kita melalui kegiatan Kreativitas dan
kepecintaalaman ?
Ø Dengan Indikator :
- Terwujudnya generasi penerus bangsa yang peduli terhadap lingkungan/alam.
- Terwujudnya generasi yang siap terjun di masyarakat untuk mengabdi kepada bangsa dan tanah air Indonesia.
- Terwujudnya proses pembelajaran tentang bagaimana cara merawat alam yang baik dan benar.
- Terwujudnya tenaga yang siap terjun untuk membantu penanggulangan bencana atau kegiatan sosial lainnya.
- Terwujudnya sarana atau wadah bagi para pemuda untuk mengembangkan diri sesuai keampuannya masing-masing.
B. MISI KOMPAS Palabuhanratu:
Dengan
semangat akan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, kita galakan kegiatan
kepecintaan alam agar bumi beserta isisnya tetap terjaga dan utuh kembali
seperti fungsi awalnya. Dan kedepannya anak cucu kita dapat menikmati anugrah
ciptaan tuhan YME yaitu bumi beserta isinya yang agung dan indah
Ø Dengan Indikator:
- Mensyukuri anugrah yang diberikan Tuhan YME yaitu bumi beserta isinya
- Melaksanakan melestarikan lingkungan atau alam
- Mengembalikan alam atau hutan sebagaimana fungsinya
- Menyebarkan kebaikan lewat kegiatan-kegiatan sosial
- Membantu sesama bila terjadi bencana atau musibah
Subscribe to:
Comments (Atom)





